Archives

Categories

My Calendar

May 2017
M T W T F S S
« Sep    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Uncategorized

Hamsphere 4.0 ….Very good program

(Johan Titaley,YB4GA).  Sudah lama tidak aktif di Hamsphere….maaf banyak kesibukan, hi hi. Alasan kalsik dan klise bagi para ham radio. Lebih dari setahun yang lalu aktivitas di Hamsphere 3.0, masih sempat mengikuti Kontes Hari Kemerdekaan RI, meski tidak mendapatkan juara….tapi menyenangkan dan salut bagi semua peserta terutama dari teman-teman seluruh dunia atas partisipasinya.

Beberapa hari lalu saya login dan bertemu teman 91HS576 Mas Eko dan sempat qso sekitaran Hamsphere 4.0, yang saya sendiri belum download, dan percakapan sekitaran itu belum bisa berlanjut.  Kemudian saya kirim email ke Admin Hamsphere untuk download HS 4.0…dan saya dapatkan HS 4.0…vow bagus sekali, mengingatkan saya kepada radio impian seperti Kenwood TS-990 , Yaesu FTDX 9000, atau Icom IC-7850? (Radio2 top yang susah untuk saya dapatkan……mahal banget!! -very very expensive..hi).

Hamsphere 4.0 sudah saya dapatkan ….tapi belum sempat bereksplorasi di shortwave.  Tapi trik melalui repeater patut dicoba lagi.  Waktu itu saya aktivkan repaeater R2-2 434.500 Plant City Florida….dan dipanggil oleh YU4DX OM Branko….qso singkat disitu dan kamipun bersepakat utk QSY di 14.260 MHz di 20 meter……hasilnya? Inilah kelebihan program HS 4.0 dimana simulasi yang mendekati karakteristik ‘real radio’ yakni adanya faktor alamiah propagasi gelombang radio yang dipengaruhi oleh kondisi iosnosphere yang tidak setiap waktu dan di setiap frekuensi dapat langsung berhubungan. Jadi alhasil karenanya kamipun tidak bisa qso pada band 20 m waktu itu..mungkin lain kali.  Menarik…., kalau di HS.3.0 pasti bisa…di HS 4.0 ? harus usaha dulu untuk tahu prediksi propagasi di gelombang pendek.

Jadi Hamsphere 4.0 untuk saat ini saya masih sedang berusaha untuk lebih lanjut mengadakan qso dengan hanya kondisi ‘default’ dulu, belum akan ditambah dengan opsi ‘plug in’ dan sistem antena.

Kontak perdana di HS 4.0 adalah  dengan YU4DX……melalui repeater di 70 cm……………………

Sampai jumpa di HF band melalui HS 4.0….best 73 de YB4GA

Homebrew 80 Watt Dummy Load

Homebrew 80 Watt Dummy Load (Dadakan)

Johan Titaley, YB4GA (03/2013).  Didesak kebutuhan untuk segera mengerjakan revitalisasi dan renovasi pesawat-pesawat HF tua: dua FT-101E, FT-401S/D, Atlas 210x, dan beberapa pesawat 2 m diperlukan segera ‘dummy load’ minimal 80 watt untuk menampung luapan rf salah satu dari mereka.
Mengapa 80 watt?..ya karena kebetulan menemukan segenggam resistor 2200 Ohm yang komposisi karbon @ 2 watt, ada lebih kurang 50-an buah.  Jadi kalau diparalel sebanyak 40 buah akan diperoleh resistansi lebih kurang 50 Ohm plus/minus toleransi (10%) dengan disipasi daya 80 Watt.  Cukuplah untuk menampung daya rf dari rig tua yang ada.
Ditempatkan pada pcb berlobang  (selalu ada dan  tersedia di kotak simpanan) yang biasa saya gunakan untuk ‘breadboarding’ merakit cepat rangkaian elektronika dan secara dadakan saya mendapatkan ‘dummy load’ yang siap pakai.
Tentu saja dalam merangkaikan reistor tersebut digunakan perkawatan seminimal mungkin untuk menghindari adanya induktansi dan kapasitansi liar  ’stray capacitance’, harapannya adalah untuk mendapatkan impedansi yang ‘purely resistive’.  Sketsa skematik seperti terlihat berijut ini.
80watt dummy load skematik

Sketsa skematik 80 watt Dummy Load
Untuk keperluan pengukuran daya, disediakan keluaran tegangan yang diperoleh melalui diode 1N4148 atau ekivalennya ke terminal banana merah dan hitam ke chassis.  Dianjurkan menggunakan digital voltmeter dengan input impedansi 10 MOhm.  Untuk rumahnya saya temukan potongan bekas kusen pintu aluminum.  Kerjaan perakitan tidak terlalu sulit dan diselesaikan dalam waktu tidak terlalu lama. Karena menggunakan resistor dengan toleransi 10%, hasil akhir total resistansinya diukur dengan digital ohm meter melebihi 50 ohm, jadi perlu  penambahan beberapa resistor lagi untiuk mendapatkan resistansi 50 ohm.
Pengujian.  Uji coba dummy load dilaksanakan sewaktu FT-401S/D memerlukan retuning, realignment setelah revitalisasi dan renovasi dengan tabung PA dan driver yang ada (gantinya memang tidak ada).  Hasilnya rig tua ini masih mampu mengeluarkan daya rata-rata lebih dari 100 Watt untuk semua band kecuali 10 m.  Dan dummy load tidak terlalu panas, masih bisa diraba dengan tangan.  SWR yang terbaca 1:1 untuk semua band, jadi untuk HF cukup baik.  Lain halnya dengan VHF (2 m) SWR lebih dari 1,3.  Tampaknya pada VHF impedansi tidak persis 50 Ohm, mungkin karena konstruksinya masih ada unsur kapasitasni dan induktansi.

Untuk masa mendatang saya mungkin akan merakit lagi dengan konstruksi yang lebih baik.  Ada banyak referensi, baik offline maupun online, yang cukup baik diantaranya adalah dari situsnya Ken, K4EAA, Building a Dummy Load and Measuring Power Accurately.   Disini, Ken membuatnya dengan merendam reistornya  dalam minyak mineral dalam kaleng bekas cat.

Chassis dari potongan kusen aluminium resistor dirakit pada pcb  berlobang
IMG_0161
Dummy load dibebani dari TX 2 m
Dummy Load QRP.  Secara kebetulan saya menemukan dari kumpulan ‘junk box’ sebuah PL-259 yg masih tersisa potongan coaxial cable panjang 3 cm, daripada terbuang timbul ide untuk membuatnya sebagai dummy load dadakan dengan memparalelkan 9 buah resistor 2 watt @ 470 ohm.  Dengan melipat shield dari coax sepanjang lk 1 cm sebagai common place untuk titik-titk solder bagi 9 resistor, sedangkan ujung lain dari mereka disatukan dan disolder di inner dari coax cable. Nah.., jadilah dummy load yang mampu menampung QRP TX dari HF s/d UHF dengan daya hingga 20 watt.  Versi yang saya buat ini, kebetulan dengan 9 resistor paralel  470 ohm diukur dengan dgital Ohm-meter (jangan menggunakan analog ohm-meter) didapat nilai 50 Ohm.  Jadi harus ‘trial n error’, tergantung pula dengan toleransi resistornya (yang mudah didapat dipasaran adalah yang 10%/warna perak).
Tentunya konstruksi yang lebih baik adalah yang dengan teliti dan hati-hati memparalelkan resistor pilihan sedemikian hingga didapatkan impedansi yang ‘purely resistive’

400 MHz Frequency Counter Kit

400 MHz Frequency Counter Kit

FC2-Counter yb4ga
Johan Titaley, YB4GA (21/04/2013).  Test instrument yang satu ini merupakan alat wajib bagi kita hobbyist, ham operator/experimenter atau siapapun yang bekerja di sekitar radio.
Dalam rangka menurutkan kemauan yang menggebu setelah tidur beberapa puluh tahun tidak berkecimpung di ‘wondeful world of ham radio’ dan utak-atik nya di bengkel kerja, diputuskan untuk melengkapi test equipment yang esensinya dalam kategori sangat dibutuhkan.  Hal ini setelah hasil pembongkaran lemari/kotak wasiat ‘pandora’ yang berisi macam-macam peralatan, spare part electronik baik dalam kondisi butut maupun yang ‘nos-new old stock’ salah satunya yang ditemukan adalah Freq. Counter/Timer  TF-2414A/2M dari Marconi Instrument Ltd. yang made in England, yang menurut spek-nya bisa mengukur s/d 999 MHz.
 Setelah pembersihan dan cek semua isi jeroannya tidak ditemukan adanya komponen yang rusak, kabel putus atau tanda-tanda bekas panas/terbakar (ini namanya cek dingin-’cold check’) langsung dicek panas, artinya masukkan daya listrik/switch on,…….ok tidak ada asap, lalu cek tampilan yang masih menggunakan 6 buah ‘nixie tube’  semua nyala menunjuk angka nol kecuali digit ke 5 atau 1 digit sebelum msd yang selalu melotot di angka 7..?  Masukkan signal 2MHz yang ada sebagai fasilitas keluaran standar signal alat ini, tidak mengindikasikan apa-apa kecuali digit yang ‘lsd-least significant digit’ menunjuk angka 1, tampaknya hitungan berantai dari digit lsd ke msd tidak berfungsi oleh sebab yang belum diketahui, mungkin nanti akan ditelusuri dan bila mungkin akan di perbaiki!!.  Rangkaian digital masih menggunakan IC TTL. Untuk sementara TF-2414A ditinggal dulu.
Setelah cari sana-sini di internet diputuskan ada dua calon penyedia yang menjual dalam bentuk ‘kit’: FoxDelta Amateur Radio Project Kit dengan produknya FC-2 40 / 400MHZ PIC 16F84A Frequency Counter, yang ini akan digunakan sebagai universal counter.  Sedang satunya adalah dari N3ZI Kits-Digital Dial/Frequency Counter yang akan saya gunakan untuk digital display rig-rig tua saya FT-401S/D dan FT-101E.
IMG_0649[1]

Freq.Counter Marconi TF-2414A/2M yg tak berfungsi
Fox Delta FC-2A 40/400 MHz LCD PIC16F84 Frequency Counter.
Bahasan detail FC ini dapat diakses di websitenya Fox Delta di SINI.  
FC ini berdasarkan chip mikrokontroler PIC16F84A dari Microchip yang telah di ‘pre-programmed’ oleh Dinesh Gajjar pemrakarsa proyek ini.  Ada dua versi 1) batasan 40 MHz. 2) batasan 400 MHz, yang pertama tidak ada pre-scale chip MC12080 seperti pada versi ke 2.  Dan untungnya semua 400 MHz kit telah disertakan chip SMT IC (MC12080) telah tersolder di PCB.  Jadi tidak perlu khawatir bagi yang belum biasa menyolder komponen IC/chip  berteknologi SMT-surface mount technology,
Pada saat kiriman paket datang dan cek semuanya lengkap sesuai daftar ‘part list’.  Persiapan pun dilakukan untuk merakit; solder, dan perkakas lain-lainnya.
Diperlukan sekitar 4 jam untuk merakit dan langsung coba dengan memberikan umpan daya 12 volt…..dan bekerja sesuai dengan yang diinginkan.
Karena akan digunakan sebagai universal counter, maka FC-2A ini disetel ‘if-offset’ nya pada 0 MHz tentunya.
Untuk kalibrasi memang tidak begitu diperlukan (bila perlu dengan mengatur varcap C9A).  Dan memang ternyata dengan mengacu pada reference freq./standard freq.  TCXO-nya Marconi TF-2414A (1 MHz, dan 2 MHz) yang diumpan masuk ke FC-2A, hasilnya cukup teliti untuk keperluan pengukuran di bengkel kerja dan hamshack saya!.
Untuk rumahnya dipakai universal box plastik hitam yang banyak dijual di toko-toko elektronik, dan front panelnya warna kuning dibuat dengan mencetak pada kertas gambar (lebih bagus kertas foto) dan divinil.

FC2-Counter yb4ga aa

FC2A Freq.Counter yg telah dirakit mengukur sinyal dari GDO Boonton
FC2-Counter yb4ga ab

Coba diumpan dengan signal dari Grid Dip Oscillator (GDO) Boonton USA (1950-an)
FC2-Counter yb4ga ad

Diumpan dari GDO Boonton melalui sampling coil. FC-2A telah dimasukkan dalam boks plastik

The Old Rigs

The Old Rigs – Trx Tua

Sebelum menggunakan ‘ham equipment’ buatan pabrik, pada akhir tahun 60-an sampai pertengahan 70-an, digunakan pemancar2 rakitan sendiri. Andalan utama adalah pemancar ssb homebrew 3 band; 80, 40, dan 20 m yang ide dasarnya berasal dari buku pegangan RSGB edisi 1969.  Banyak sekali perbedaannya karena harus disesuaikan dengan komponen2 aktif, terutama tabung yang tersedia waktu itu. Comotan2 circuit/rangkaian bisa dari mana saja (tentu saja dari edisi2 RAHBnya ARRL). Komponen utama dari xmitter ssb adalah ‘side band filter’ yang dibuat dari xtal surplus militer FT-243 dari hasil ‘blusukan’  di pasar loak Pasar Rumput.  Pemilihan dari beberapa xtal didapat 4 buah sebagai sideband filter dan 1 buah sebagai carrier oscillator didapat output lower sideband pada 4.400 MHz.  PA stage digunakan 2 x 6146 didapat output kira2 100 Watt (seperti umumnya amatir waktu itu yg menggunakan lampu pijar sebagai dummy load–> nyala terang) atau kira-kira hasil kali arus anoda x tegangannya.  Padahal test equioment hanya mengandalkan VOM, VTVM+RF probe, dan general coverage receiver Hallicrafters S-86 seken yang diperoleh beberapa tahun sebelumnya di toko radio di Pasar 16 Ilir Palembang (hasil rayuan pada ortu :) ).

Yaesu Musen FT-401S/D.

Radio transceiver ini didapat dari hasil penulusuran HamAd majalah CQ Ham Radio beraksara kanji, berkat bantuan temen2 Jepun di pabrik  JRC  di Mitaka (dijebloskan oleh perusahaan utk ikut pelatihan-1976).  Adalah seorang ham Shigeru Sagawa, JR1JBU yang memberikan dalam keadaan seken tapi berfungsi bagus dan harganyapun bagus.
FT-401S, dengan huruf S dibelakang, adalah versi untuk novice ham di Jepun dengan spesifikasi minimalis sesuai dengan persyaratan untuk pemula.  Power output 20 Watt DC, beberapa band seperti 10 m hanya dua band 10A dari 28.000 Mhz-28.500 Mhz dan 10B 28.500-29.000 Mhz.  Rig ini adalah versi low end product dari FTDX-401 dengan PO 560 W PEP dari 2 buah sweep TV tube 6KD6.  Sedangkan FT-401D merupakan turunan FTDX-401 dengan PO sebesar 360 W PEP dari sweep TV tube 6JS6C sebagai power output stage. Total tabung yang digunakan sebanyak 20  buah, sedangkan VFO dan xtal calibrator serta rangkaian AGC digunakan semiconductor.  Untuk referensi lainnya juga boleh lihat di SINI dan situs khusus rig Yaesu di FoxTango. Atau situs yang cukup banyak membahas rig famili 400 di JR3XUH dan boleh juga klik di Rigreference.
Untuk menjadikannya FT-401D, cukup mudah melakukannya.Sesuai dengan gambar (pictorial diagram dan circuit diagram) dari manual yang beraksara kanji (FT-401S hanya untuk konsumsi amatir Jepun) dan mencari komponen-komponennya di sekitar Akihabara, pusat belanja elektronik di dekat Tokyo Central Stn. Pelaksanaannya antara lain :

  • Merakit komponen2 untuk memparalel 2 bh power tube 6JS6C.
  • Merakit komponen tambahan untuk mendapatkan plate voltage 600 V DC
  • Memasang cooling fan.
  • Setting bias, dan neutralizing PA.
  • Optimalisasi power output rata-rata dengan arus anoda sekitar 320 mA pada seluruh band.
  • Penambahan/merakit xtal calibrator untuk marker bagi analog dial.

Rig ini yang dengan setia – pasca 3 Bander SSB Homebrew TX yang telah dihibahkan kepada YB4GM (SK) – selalu dan sering digunakan untuk QSO sampai dengan tahun sekitar 1986 bersama dengan peralatan lainnya masuk dalam peti dalam keadaan sehat.

Performanya bagus sekali terutama receiving-nya menyenangkan sekali, selektivitas dan sensitivitasnya OK punya.  Transmitting juga OK, mudah di tala di semua band (agak menurun di 10 m) untuk mendapatkan power output sesuai spesifikasi.  Seperti halnya TX equipment modern dengan PA tabung yang ber-output impedance 50 Ohm, umumnya digunakan LC dengan konfigurasi phi-network. Jadi setiap pindah band harus dilakukan penlaan plate and loading-nya. Perlu pemanasan yang cukup untuk bekerja optimal, sedangkan stabilitas frekwensinya  cukup baik berkat penggunaan mosfet pada vfo dan konstruksi kotaknya yang kokoh. Memang ada sedikit drifting/penggeseran frekwensi, tapi masih bisa dibawah toleransi.
Performa TX dan RX boleh bagus, tapi dengan tabung sebanyak itu, ia adalah pembangkit panas cukup lumayan, dan beratnya memenuhi persayratan sebagai ‘jangkar perahu boat anchor’.  Plesetan untuk ham equipment jadul atau vintage yang berat karena penggunaan tabung dan power xformer besar untuk mencatu daya.
Terdapat beberapa pendapat akan halnya rig jadul/vintage, satu diantaranya yang cukup menggelitik adalah apa yang dikemukakan oleh Dwayne Rea (KA0AAM) The Aging Boat Anchor” yang mendapat tanggapan dan komentar yang tak kalah serunya.

Beberapa foto dari FT-401S/D setelah revitalisasi, dengan beberapa tabung cadangan yang masih ada.  Harus berhemat terutama untuk tabung 6JS6C.  Agak dikurangi driving-nya agar tidak digenjot sepenuh tenaga …termasuk langka pada saat ini dan mahal.

The ‘the faithful old horse’ FT-401S and  a homebrew Digital Display

Revitalisasi FT-401 S/D

Pada saat dikeluarkan dari peti/lemari penyimpanan sejak 1986, keadaan fisik masih baik, agak berdebu, dan agak jamuran pada front panel.
Tahap awal adalah melepaskan casing, dan cek semua komponen-komponen utama masih sesuai    berada ditempatnya dan tidak ada tabung yang pecah.  Rangkaian audio, IF, dan low level RF ditempatkan pada pcb besar – boleh juga disebut sebagai motherboard – sedangkan rangkaian RF, driver, dan PA serta power transformer di main chassis.  Sayangnya melepaskan motherboard dari main chassis adalah musykil dan sia-sia karena harus juga melepaskan semua perkawatan yang jumlahnya ratusan.
Berikutnya adalah pembersihan motherboard, main chassis, front dan rear panel dengan kuas kering dan cairan pembersih.  Tombol dilepaskan di cuci/rendam dalam cairan detergent.
Semua tabung dilepaskan, dibersihkan pin-nya dan soketnya dengan contact cleaner demikian juga dengan band switch dan switch lainnya, serta potentiometer. Dari tempat penyimpanan terpisah diperiksa pula koleksi tabung yang untungnya masih cukup untuk cadangan, kecuali tabung PA 6JS6C yang ada hanya satu untuk tiga rig (FT-401S/D dan dua FT-101E).
 
You can read more, just visit my other websites :
 
 
 
 

Solar-Terrestrial Data

APRS.fi Call Sign Lookup

Tnx fr stopping by